Pring Petuk

Pring Petuk adalah bambu (=pring) yang secara fisik memiliki pertemuan ruas atau buku pada batangnya. Bambu yang demikian telah lama dipercaya sebagai pengundang kekayaan, keberuntungan, kejayaan, kesuksesan dan pelaris usaha yang berfungsi mengalirkan rezeki tanpa batas. Seruas Pring Petuk konon didiami oleh khodam penunggu yang akan memudahkan hajat dan membantu mengabulkan segala keinginan pemiliknya.

Di kalangan masyarakat Jawa, Pring Petuk atau bambu bertemu ruas dikenal sebagai istana atau tempat tinggal bangsa lelembut yang menjadikan bambu jenis ini termasuk benda bertuah berkekuatan tinggi. Alasan inilah  yang  membuat Pring Petuk ramai dicari dari generasi ke generasi dengan tujuan untuk melariskan dagangan, memperoleh kekuasaan dan menarik kedatangan burung walet bagi mereka yang tertarik membudidayakannya.

Terlepas dari sisi mistis tersebut, pring yang dalam bahasa Jawa berarti bambu juga dikenal akan filosofinya yang patut dijadikan teladan. Sebatang bambu butuh bertahun-tahun sebelum batangnya nampak karena harus menunggu akarnya berkembang sempurna. Meski lambat, sekalinya berdiri kokoh bambu akan sulit sekali roboh. Tidak peduli sekencang apapun angin mengoyaknya, batang bambu akan tetap bergoyang mengikuti arah angin tanpa menyebabkan robohnya pohon yang sering dialami banyak tumbuhan berbatang lain. Dari sifat tumbuhnya akar dan batang inilah bambu mengajarkan pada kita tentang keuletan dan kesabaran yang mampu menempa manusia menjadi pribadi kokoh tak tertandingi.

ilmupengasihan2

Menilik filosofinya yang demikian unik, wajar jika bambu atau pring kemudian dianggap sebagai media yang cocok untuk diisi dengan beragam energi alam semesta yang memberinya tuah untuk mendatangkan kekayaan dan kesuksesan. Beberapa manfaat Pring Petuk antara lain: mengundang kedatangan pembeli, melariskan barang dagangan, memperoleh dan mempertahankan kekuasaan serta memudahkan segala hajat/keinginan pemiliknya.

==============================================================================